Recent posts

PENGABDIAN KELOMPOK PANDERMAN


Mengabdi adalah bukan tentang apa yang kita beri melainkan juga tentang apa yang kita dapat. Lahir di sebuah keluarga yang tinggal di pegunungan adalah sebuah takdir Tuhan, namun hidup apa yang akan kita jalani nantinya adalah sebuah pilihan. Alami, sejuk dan tak tergambarkan lagi dengan kata-kata adalah salah satu daerah di Bromo Tengger Semeru. Tepatnya di desa Ngadas SDN Ngadas 2. Surga tersembunyi di balik senyum tulus mutiara harapan bangsa. Udara dingin dan medan yang sulit tak menyurutkan langkah kami “Panderman” untuk menebar semangat. Terlebih melihat semangat mereka yang sangat antusias menyambut kami di kali pertama kami menginjakkan kaki di Sekolah ini. Antusiasme anak-anak SDN 2 Ngadas juga sangat nampak, meskipun mereka hanya berjumlah 38 anak.
Pada tulisan ini, kami akan berbagi pengalaman mengenai kegiatan yang kami lakukan di SDN Ngadas 2 dan berbagi sedikit cerita mengenai pembelajaran di tiap-tiap kelasnya.
Kelas 1
Dimulai dari kelas I dengan kelas yang terpisah dari kelas lain. Kelas yang sekaligus juga menjadi kantin di SDN Ngadas 2. Dengan murid yang hanya berjumlah tujuh siswa namun dengan semangat berkali-kali lipat tak menyurutkan langkah mereka untuk belajar dan menimba ilmu. Tujuh siswa dengan karakter yang berbeda selalu membuat kami belajar dan terus belajar. Belajar tentang bagaimana membuat mereka nyaman dan antusias belajar bersama adalah sebuah PR terbesar. Siswa dengan usia yang masih gemar bermain selalu membuat kami terus belajar memberi pengajaran terbaik dengan cara bermain. Karena semua bukan masalah tentang bermain atau belajar tetapi semua tergantung bagaimana permainan yang dikonsep dengan belajar.
Kelas 2
Serupa dengan kelas satu, jumlah siswa yang ada di kelas dua SDN Ngadas II juga berjumlah tujuh anak. Jika ruangan kelas satu gabung dengan kantin, lain lagi dengan ruangan kelas dua yang gabung dengan kelas tiga dan hanya disekat oleh tembok triplek. Kelas sering kali riuh dengan kondisi kelas yang ada di satu ruangan. Tak jarang, para Laskar Dewantara (LD) harus mengeraskan suaranya suapaya didengar oleh para siswa. Belum lagi karakter tiap-tiap siswa yang berbeda kadang membuat LD harus berpikir cepat untuk menangani para siswa. Karakter siswa yang cepat bosan, jahil dengan teman merupakan tantangan tersendiri bagi LD. Namun, dibalik sifat tersebut, selalu ada semangat tinggi di diri mereka. Terbukti dengan aktifnya mereka di kelas saat diminta untuk menebak jawaban dari materi yang telah diberikan maupun maju ke depan untuk melakukan games fun learning secara bergantian.
Kelas 3
Di kelas tiga, pengabdian berjalan sangatlah lancar. Adapun kelas tiga beranggotakan 6 anak, yaitu Prischa, Jannah, Rifki, Rafi, Rizal, dan Rengga. Pada pertemuan terakhir, kami memberikan materi mengenai alat-alat transportasi. Tanpa diragukan lagi, kemampuan mereka dalam mengingat dan menghapal materi yang sudah kami ajarkan sangatlah baik, hal itu dibuktikan dengan adanya evaluasi yang kami berikan kepada mereka dalam bentuk soal. Soal tersebut terdiri dari  20 pertanyaan mengenai materi pengabdian minggu pertama hingga minggu terakhir. Hasilnya sangatlah memuaskan, bahkan ada 2 orang anak, yaitu Jannah dan Prischa yang mendapatkan nilai sempurna, selebihnya mendapatkan nilai diatas 6. Ada salah seorang siswa yang hanya mendapat nilai 6, namun hal itu tidak berarti dia kurang pintar, dia unggul dibanding teman-temanya pada hal keterampilan, baik dalam menggambar dan mengerjakan hasta karya. Untuk ketertiban di minggu terakhir anak anak sangatlah baik, serta antusisame dalam menerima pembelajaran sangatlah meningkat.
Kelas 4
Di kelas 4, pada pertemuan pertama, mereka masih malu dengan kami, mungkin karena mereka belum beradaptasi, akan tetapi pertemuan selanjutnya mereka akrab dengan kami, bahkan kami mulai paham dengan karakter setiap anak. Media pembelajaran kami banyak disukai oleh anak-anak, bahkan banyak dari mereka yang meminta agar media pembelajaran diberikan pada mereka. Lucunya, mereka baru pertama kali mengetahui “double tape” di jaman seperti ini, ketika banyak barang-barang modern menyerang dunia anak-anak, mereka masih polos dan lugu bermain permainan tradisional. Pengabdian ketiga kami isi dengan permainan tradisional, mereka sangat bahagia meskipun sang surya tepat berada diatas kita saat itu, yakni sekitar pukul 11.00 WIB. Pengabdian keempat diisi dengan perlombaan game tradisional, game berjalan dengan seru dan menyenangkan meskipun banyak yang jatuh dan ada seorang anak yang terluka karena jatuh. Perlombaan game berakhir hingga tiba saatnya pada pembagian hadiah dan penutupan. Banyak hal yang kami dapat dari Sekolah ini, mereka banyak memberikan cerita dan pelajaran bagi kami.
Kelas 5
Kelas ini mempunyai murid yang berjumlah 7 orang yang terdiri dari 4 orang murid putri dan 3 orang murid putra. Ketujuh murid itu bernama Atul, Bella, Amin, Diana, Risha, Shinta dan Jaka. Kami merasa senang karena banyak pengalaman yang dapat kami petik dari adanya kegiatan mengajar di kelas V ini mulai bagaimana kami memahami karakteristik dari masing-masing peserta didik khususnya di kelas V, dan juga bagaimana kami harus mampu mengkondisikan mereka supaya dapat mengikuti pengetahuan yang kami sampaikan. Kami merasa bangga dengan mereka karena meskipun jauh dari sarana prasarana yang terbatas tetapi semangatnya luar biasa. Seusai pulang sekolah mereka selalu membantu orang tuanya di ladang untuk bercocok tanam sayur-sayuran. Ini menjadi nilai berharga buat kami untuk menjadi lebih baik lagi dengan berkaca pada mereka.

Kelas 6
            Kelas 6 di SDN Ngadas 2 terdiri dari 7 anak. Kondisi kelas 6 pada minggu ke 4 lebih kondusif dibandingkan minggu-minggu sebelumnya, dimana siswa lebih fokus karena kami lebih mampu menggunakan metode yang sesuai dengan kondisi kelas tersebut. 7 siswa di kelas 6 memiliki peran masing-masing di kelas. Yang pertama Elfi, ketua kelas dari kelas 6. Dia adalah eorang anak yang aktif, cerdas dan berusaha selalu untuk bisa. Kedua adalah Anisa. Dia adalah seorang anak yang cerdas dan juga selalu akftif selama mengikuti kegiatan belajar-mengajar. Ketiga Irma, seorang anak yang kalem. Irma juga mudah melalukan hal yang diminta dan juga sportif dalam menerima konsekuensi. Keempat Dian, Dian sedikit pendiam tetapi dia aktif dalam belajar dan juga baik. Kelima Tio, seorang anak yang sangat antusias dan aktif di dalam kelas. Sangking antusiasnya, Tio sering kurang fokus ketika belajar di kelas, tetapi dia mendengarkan apa yang dijelaskan oleh LD. Keenam adalah Andika. Andika adalah seorang anak yang sangat cerdas dan juga memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi. Ketujuh adalah Ardi. Ardi adalah seorang anak yang spesial, kami harus menggunakan metode yang sedikit berbeda ketika menyampaikan materi kepada Ardi, namun dia tetap mau mengikuti pelajaran dengan sepenuh hati.

Itulah cerita kami, Kelompok Panderman, dalam melaksanakan pengabdian akbar 1. Banyak hal yang kami dapat dari kegiatan mengabdi di SDN Ngadas 2 ini, siswa disana banyak memberikan cerita dan pelajaran bagi kami, semoga cita-cita mulia kalian tercapai adik-adikku, tetaplah menjadi mutiara yang tersembunyi di kaki Semeru.

Inilah Kisah Pengabdian Kami Oleh Kelompok Kawi


Inilah kisah suka duka kelompok Kawi dipengabdian pertamanya. Tidak sedikit kesulitan yang kami dapatkan dalam pengabdian ini. Kelompok Kawi ini beranggotakan 12 volunteer yang berasal dari jurusan dan angkatan yang berbeda-beda. Tentunya masing-masing volunteer memiliki pendapat dan cara berpikir yang berbeda-beda, namun untuk mengatasi hal itu kami memilih untuk mengambil suara terbanyak.
Kali ini kami mendapat wilayah pengabdian di SDN Gubugklakah 01, Kecamatan Pancokusumo. Tepatnya di lereng gunung Bromo. Kira-kira butuh waktu satu jam untuk tiba disana. Untuk menjangkau SDN ini kami harus masuk gang terlebih dahulu yang lebarnya kira-kira 1,5 meter. Disamping kanan kiri kami disuguhkan dengan perkebunan apel tidak heran jika beberapa volunteer disini ada yang diberi apel oleh salah satu siswanya. Bahkan ada juga yang ditawarkan untuk langsung dateng ke kebun apel milik orang tua mereka. Di SDN Gubugklakah 01 ini terdapat 94 siswa. Jumlah siswa paling sedikit yaitu di kelas 2 yang hanya terdapat 9 siswa dan kelas dengan jumlah terbanyak yaitu dikelas 4 yang terdapat 19 siswa.
Dimulai dari pengabdian minggu pertama. Keberangkatan penuh dengan persiapan matang. Briefing offline maupun online dilakukan untuk meningkatkan kesolidan dan kekompakan kelompok Kawi, karena masih kali pertamanya bagi LD untuk melakukan pengabdian, maka banyak hal yang perlu diperbaiki, contohnya jam keberangkatan. Ketika tiba disana, kegiatan pertama yaitu upacara pembukaan yang dilaksanakan oleh semua siswa dan salah satu perwakilan Bapak/Ibu guru SDN Gubugklakah 01, serta para volunteer dan LO dari UMengajar.  Setelah itu disusul dengan kegiatan senam bersama, namun sayang mereka sudah melakukan senam sebelum kami tiba disana. Menurut informasi dari salah satu guru disana, senam sudah dilakukan dari pukul 6.30 WIB. Akhirnya pengajaran langsung dilakukan oleh LD masing masing kelas. Kelas 1 ada Rima dan Finta. Kelas 2 ada Dinda dan Erlina. Kelas 3 Yudi dan Ros. Kelas 4 ada Awal dan Arif. Kelas 5 ada Muli dan Rizki. Kelas 6 ada Clara dan Toni. Tentunya setiap kelas memiliki ciri khas dan keisimewaan masing-masing yang tidak akan kami dapatkan dari kelas lain.
Setelah kegiatan mengajar selesai, para LD dengan dari masing masing kelas melaporkan apa saja kendala yang mereka dapatkan saat melakukan proses pembelajaran. Dari laporan-laporan tersebut terdapat banyak sekali keluhan persoalan mengkondisikan suasana kelas. Mulai dari kurangnya ice breaking, media pembelajaran yang kurang menarik, dan siswa yang tidak bisa dikondusifkan. Kelas 6 juga dilaporkan jika memiliki kelas yang siswanya sangat hiperaktif sehingga LD yang bertugas mengalami kewalah dalam mengkondisikan kelas tersebut. Tidak hanya di kelas 6, kelas lain pun juga mengalami, dari siswa yang suka keluar kelas bebarengan, menangis, bertengkar, dan lain sebagainya.
Alhamdulillah saat hasta karya, siswa setiap kelas rata-rata antusias menyambutnya. Memang ada juga yang mempunyai sisa waktu karena siswa menyelesaikan hasta karya dengan cepat. Ini juga salah satu kekurangan LD, masih belum bisa me-manage waktu. Begitulah pada pengabdian minggu pertama, lanjut kepengadian minggu kedua. Berbagai evaluasi dilakukan. Dan persiapan matang juga dilakukan oleh LD. Pada minggu kedua, keberangkatan sedikit lebih awal, sehingga senam yang sudah kami siapkan bisa dilaksanakan sesuai rencana. Ternyata, para siswa masih belum puas dengan senam tersebut. Akhirnya dilanjutkan dengan senam yang mereka punya. Tentunya kami tidak mempunyai pilihan lain, selain mengikuti gerakan senam mereka yang sudah mereka hafal tanpa ada instruktur senam dari guru.
Seperti minggu sebelumnya, setelah mengajar LD setiap kelas menyampaikan laporannya. Dari laporan yang disampaikan, sebagian besar kelas yang ditangani bisa lebih kondusif dengan catatan LD benar-benar ekstra dalam mengkondisikan kelasnya. Banyak yang mengeluhkan saat hasta karya. Hasta karya mereka ada yang belum selesai, ada juga yang tidak terima jika hasta karyanya seperti itu. Akhirnya, LD berusaha merayu agar mau lagi mengerjakan hasta karyanya masing masing.
Pada pengabdian minggu ketiga, kelompok kawi seperti biasa berkumpul di depan gerbang semarang Universitas Negeri Malang. Sedikit ada kendala, LD dari kelas 3 dan kelas 4 salah satu partner-nya berhalangan hadir dikarenakan ada kepentingan mendesak. Akan tetapi, semua masalah teknis dalam persiapan Alhamdulillah lancar. Sebelum berangkat pengecekan ulang anggota dilakukan, ada 1 yang belum siap berangkat. LD dan LO berdiskusi akhirnya keputusan untuk salah satu LD menunggu. Walaupun begitu masalah ini tidak berpengaruh terhadap keberangkatan LD.
Pukul 07. 10 WIB, kelompok Kawi sampai ditempat tujuan dengan selamat, namun siswa-siswi sudah memulai upacara Sumpah Pemuda, sehingga kelompok Kawi mengikuti upacara sebagai peserta upacara. Tidak ada sambutan khusus dari perwakilan kelompok Kawi. Setelah selesai upacara, senam tetap dilaksanakan dengan persetujuan guru dan murid-murid, karena hari mulai panas, banyak yang kelelahan terutama siswa-siswi kelas 1 dan 2.
Rangkaian kegiatan yang Alhamdulillah berjalan baik ini diiringi dengan kekompakan kelompok Kawi dalam mengajar dikelas. Dilaporkan oleh setiap LD dari kelasnya masing- masing, kendala-kendala yang sebelumnya ada,  pada minggu ketiga bisa dengan baik diperbaiki. Memang, ada juga yang kewalahan dengan salah satu siswa yang membuat kelasnya menjadi kurang baik. Hal itu bisa diperbaiki disesi kedua setelah istirahat, sebab siswa-siswinya senang dengan permainan tradisional yang dikenalkan. Berbagai upaya LD dalam mengajar juga diapresiasi LO. Sebagian mengatakan bahwa, pengajaran perlu diberlakukan fun learning. Mengapa? Karena tujuan dari UMengajar adalah menarik minat belajar siswa-siswinya. Kemudian, LO juga berpendapat koordinasi kelompok harus diperbaiki lagi demi menunjang performa pengajaran diminggu selanjutnya.

Evaluasi selalu kami lakukan dan itu bertujuan untuk mengetahui apa yang sebaiknya diperbaiki. Mungkin itulah sedikit cerita dari kelompok Kawi. Ilmu yang bisa kami berikan kepada mereka memang tidak banyak, karena kamilah yang justru belajar dan mendapatkan banyak ilmu dari mereka. Semoga pengabdian ini membawa manfaat bagi kita semua. Sampai jumpa di pengabdian selanjutnya. Semangat mengabdi!

TAWA DALAM DILEMA


Sabtu, 21 Oktober 2017, tepat tanggal ini Kelompok Bromo melakukan Pengabdian Akbar 1 pada minggu ke-2. Pengabdian kali ini memiliki seribu cerita dengan sejuta makna. Iya, pada pengabdian ini Kelompok Bromo merasakan hawa dilema saat awal keberangkatan. Bagaimana tidak, pada pengabdian kali ini ada banyak kendala dalam melaksanakan pengabdian. Mulai dari pemberangkatan yang kurang komunikasi karena memang ada beberapa teman yang terpisah pemberangkatannya bukan di gerbang Semarang UM, namun dia menunggu di pasar Pakis, selain itu ada salah satu teman kami yang bangunnya kesiangan, dan itu membuat jadwal keberangkatan kami menjadi jauh lebih lama dibandingkan minggu lalu. Proses perjalanan pun berjalan kurang mulus dikarenakan cara kami berkendara ada yang cepat ada yang lambat, sehingga hal ini mengakibatkan ada yang sudah sampai duluan dan harus menunggu yang lainnya. Saat sampai di sekolah SDN Taji 01, kurangnya kesiapan kami dalam menyiapkan senam menjadikan senam minggu lalu digunakan kembali. Hal ini tentu membuat adik-adik SD menjadi bosan dan kurang bersemangat.
Proses pembelajaran ditiap-tiap kelas merupakan pengalaman luar biasa. Bertemu dengan adik-adik SD melihat tawanya, namun dengan segudang kejahilan mereka untuk mendapatkan perhatian lebih dari kami. Kelas 1 dan kelas 2 yang berada dalam kelas yang sama tanpa sekat pemisah, dengan jumlah murid yang berbeda. Kelas ini merupakan kelas yang sangat heterogen, bagaimana tidak? Kelas ini tak hanya diisi oleh siswa kelas 1 dan kelas 2 melainkan ada orangtua siswa yang ikut andil dalam proses pembelajaran masuk dalam  kelas. LD kelas 1 dan kelas 2 saat pembukaan untuk menyanyikan lagu dinyanyikan dengan bersama-sama. Hal ini susul oleh kelas 3 yang hanya memiliki sekat tembok dengan ketinggian 1 meter dengan kelas 1 dan 2, sehingga suara siswa kelas 3 sangat terdengar jelas di kelas 1 dan 2 , serta begitu sebaliknya. Untuk itu saat menyanyikan lagu khusus lagu nasional yaitu Garuda Pancasila, ketiga kelas ini menyanyi bersama-sama dengan suara yang beradu keras.
Beranjak dengan proses pembelajaran kelas 3 yang jumlah siswanya hanya 7 orang dengan kemampuan untuk menguasai kelas sangat besar. Ada siswa yang suka untuk bermain lebih dibandingkan belajar menulis, ada siswa yang menulisnya lama, ada juga siswa yang lebih suka untuk mempengaruhi temannya untuk lekas pulang atau mengganggu proses pembelajaran kelas lain. Sama halnya dengan kelas 4 yang cenderung aktif di kelas hingga ada siswa yang berkelahi di kelas dengan serius. Kelas 5 yang merupakan kelas tertinggi kedua sebelum kelas 6. Kelas ini adalah kelas yang pasif menurut kakak LO karena keseriusan saat proses pembelajaran berlangsung. Bagi siswa kelas 6 yang menjadi kakak tertua untuk adik-adiknya menjadi contoh bagi adik-adiknya juga melakukan hal yang sama dengan adik-adik kelasnya yaitu bertengkar di dalam kelas.
Istirahat menjadi hal yang sangat diinginkan bagi adik-adik karena mereka dapat bermain kesana kemari, bermain gobak sodor, bermain sepak bola, membeli jajan, minum es kesukaan mereka, dan ada juga beberapa yang ingin kukunya dipotong oleh kami. Saat proses hasta karya semua kelas berjalan dengan cukup baik walaupun ada beberapa hasta karya kami yang ikut serta dibawa adik-adik. Saat proses pulangpun jauh lebih cepat dibandingkan minggu lalu, hal ini masuk dalam data evaluasi.
Proses evaluasi berjalan dengan tegang tanpa senyuman, karena memang kami menyadari ada berbagai rasa bersalah, kecewa, marah, benci dalam satu waktu. Proses ini membuat kami sadar betapa pentingnya komunikasi. Komunikasi antara kami dengan LO, dengan sesama anggota Kelompok Bromo, dengan adik-adik dan jajaran guru, kepala sekolah SDN Taji 01. Komunikasi yang menjadi kunci dasar berjalannya proses pengabdian ini. Komunikasi juga yang akan menunjukkan kreativitas kami. Kreativitas yang seharusnya tanpa batas, kreativitas yang seharusnya ditunjukkan dalam menggunakan media dan hasta karya yang akan menjadi semangat belajar adik-adik siswa SDN Taji 01.

Pada sekolah ini kami menemukan kebahagiaan dalam keunikan-keunikan siswa SDN Taji 01 dari berbagai karakter dan kebiasaan mereka yang pasti akan menimbulkan gelak tawa bagi yang melihatnya, namun kami juga dilema dengan masa depan adik-adik jikalau terus-terusan dalam dunia bermain mereka tanpa ada penegasan akan belajar. Untuk itu proses evaluasi minggu ini yang memang terasa “menampar” hati dan pikiran kami untuk sadar betul akan apa yang seharusnya kami lakukan bagi adik-adik agar lebih baik lagi ke depannya. Bangga mendidik, mengabdi, dan menginspirasi anak bangsa.

PENGABDIAN AKBAR I KELOMPOK SEMERU


Pada hari Sabtu, 14 Oktober 2017, kelompok Semeru melakukan “Pengabdian Akbar I” yang bertempat di SDN Taji 02 yang terletak di Kec. Jabung Kab. Malang. Pada pengabdian pertama kelompok Semeru yang beranggotakan 12 orang dibentuk menjadi 6 tim yang akan mengajar di masing-masing kelas. Setiap kelas akan diajar dua orang volunteer Laskar Dewantara. Sebelum memulai proses pembelajaran, terlebih dahulu volunteer menemui pihak sekolah dan kami disambut dengan ramah oleh pihak sekolah maupun para siswa SDN Taji 02 yang sudah menunggu volunteer. Kemudian dilanjutkan dengan senam pagi yang biasa dilakukan oleh siswa SDN Taji 02, volunteer membaur dengan semua siswa dan mereka sangat senang melihat volunteer ikut senam dengan mereka. Setelah senam pagi dilanjutkan dengan apel yang diikuti pihak sekolah, siswa SDN Taji 02 dan Laskar Dewantara.
Proses belajar mengajar di SDN Taji 02 terdiri dari 6 kelas, dimana satu kelas ditempati oleh dua kelas yaitu kelas 1&2, kelas 3&4 dan kelas 5&6. Pada pengambadian pertama ini mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 akan belajar bahasa Inggris yang tentunya sudah diseseuaikan dengan kemampuan para siswa serta membuat hasta karya. Pada jam pertama siswa akan belajar bahasa dengan volunteer dan dilanjutkan dengan membuat hasta karya setelah jam istirahat. Saat jam istirahat para volunteer membaur dengan para siswa main berbincang-bincang dengan kepala sekolah.
Kelas 1 SDN Taji 02 terdiri dari 7 siswa, yang terdiri dari 4 siswa laki-laki dan 3 siswa perempuan. Untuk ruang kelasnya kelas 1 dan kelas 2 berada dalam satu ruangan. Materi yang volunteer sampaikan kepada para siswa yaitu tentang alfabet dalam bahasa Inggris dan materi ini juga disampaikan di kelas 2. Sebelum memulai pelajaran kami mengajak para siswa untuk berdoa kemudian dilanjutkan menyanyikan lagu wajib nasional. Setelah itu, volunteer menuliskan alfabet dipapan tulis dan volunteer mengajak para siswa untuk membaca alfabet yang sudah dituliskan. Banyak siswa kelas 1 yang masih belum bisa menbaca huruf dalam bahasa Inggris, untuk para volunteer mengajarkan cara membaca dengan menuntun mereka bagaimana cara membacanya. Untuk memudahkan siswa dalam membaca volunteer membuat stik huruf. Para siswa sangat antusias dan menyukai media yang dibawa oleh volunteer. Setelah jam istirahat volunteer mengajak siswa membuat celengan lipat dari kardus bekas yang sudah dilapisi kertas putih. Para volunteer membimbing siswa untuk mewarnai celengan lipat mereka dengan krayon uang sudah disediakan. Mereka sangat senang dan antusias dalam mewarnai serta menuliskan nama mereka pada celengan yang sudah mereka warnai. Setelah selesai mewarnai mereka memberikan celengan lipat mereka pada volunteer untuk direkatkkan dengan lem. Setelah direkatkan beberapa siswa ada yang memasukkan sebagian uang saku mereka ke dalam celengan. Proses pembelajaran dikelas 1 pada awalnya berjalan kurang kondusif, karena mereka ramai sendiri akan tetapi banyak yang sudah sesuai dengna RPP dan mungkin volunteer kurang memberikan ice breaking.
Pada kelas dua SDN Taji 2 terdapat enam siswa, diantaranya dua laki-laki dan empat perempuan. Kelas dua ini adalah kelas yang seruangan dengan kelas satu. Pada pertemuan pertama ini kami disuguhkan dengan kondisi kelas yang cukup ramai dan lumayan susah untuk dikondisikan tingkahlakunya. Para siswa begitu aktif di dalam kelas, seperti teriak-teriak, berdiri di atas kursi, berlarian, dan ada juga yang sampai keluar dari kelas. Hal tersebut menjadi tanggung jawab volunteer dalam mengendalikan mereka. Meskipun kondisi siswanya seperti itu, mereka cukup antusias dalam mengikuti pelajaran yang diajarkan volunteer. Mereka begitu antusias, terutama pada saat mengerjakan hasta karya. Untuk penyampaian materinya cukup tercapai dan cukup sesuai dengan RPP, serta beberapa siswa sudah cukup paham pada materi yang disampaikan. Dan yang menjadi revisi yaitu mengenai cara mengatasi tingkahlaku siswa yang dapat dikatakan super aktif khususnya siswa laki-laki, dan perlu ditambah lagi untuk memberikan ice breaking dalam mengatasi kebosanan para siswa dalam pelajaran serta dalam mengalihkan perhatian mereka dan mengatasi polah tingkah mereka.
Di kelas tiga yang berjumlah 4 anak terdiri dari 3 putri dan 1 putra, para siswa belajar tentang salam sapaan dan salam perpisahan dalam bahasa Inggris. Pada awal pembelajaran siswa mendengarkan volunteer yang menjelaskan bagaimana pentingnya bahasa Inggris di kehidupan saat ini. Dalam situasi tersebut siswa diajak mengenal lebih dalam bahasa Inggris sehingga termotivasi untuk belajar lebih baik. Setelah itu, volunteer a mengajak siswa untuk menyebutkan salam sapaan dan perpisahan dalam bahasa Inggris. Sedangkan volunteer b menulis materi dipapan baik dengan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Secara bergantian volunteer dan siswa mengucapkan salam-salam tersebut hingga pengucapannya benar. Selanjutkan, siswa diajak bernyanyi bersama tentang materi tersebut, sehingga siswa dapat lebih mudah mengingatnya. Ketika siswa sudah memahami materi, volunteer membuat sebuah permainan dengan media wayang kardus yang mengilustrasikan materi, satu persatu siswa maju kedepan sebagai pihak yang memberikan pertanyaan dengan media tersebut, sedangkan lainnya sebagai penjawab. Pada sesi kedua siswa belajar bersama untuk membuat hasta karya berupa kotak penyimpanan, dimana barang tersebut bisa menjadi penyimpan pensil, kelereng, uang, penjepit rambut, dll. Dalam proses pembuatan siswa tidak bersentuhan langsung dengan gunting dan lem yang dapat membahayakan mereka. Siswa berperan untuk melipat lalu merekatkan pola dengan rapi dan telaten. Tahap menghias, siswa diberikan kertas kado bermotif batik, dengan tujuan siswa dapat lebih mengenal batik sebagai motif khas Indonesia. Setelah merekatkan dengan rapi sesuai pola, siswa memberi nama pada masing-masing hasta karya mereka.
Pengabdian akbar pertama di SDN Taji 2 memberi kesan pada pengalaman kami terutama pada pengalaman mengajar di kelas 4 SD. Pengajaran pada minggu pertama merupakan tahap pengenalan bagi kami untuk memahami karakteristik adik-adik kelas 4 SD maupun pengkondisian pembelajaran di dalam kelas. Pada minggu ini kami mengajarkan nama-nama benda di sekitar kelas dalam bahasa Inggris. Antusias mereka dalam belajar cenderung meningkat ketika kegiatan pembelajaran disertai dengan media berupa menempel gambar benda-benda di sekitar kelas tersebut. Penyampaian materi pun berjalan dengan menyenangkan dan siswa kelas 4 SD berhasil menangkap apa yang volunteer ajarkan. Setelah materi pembelajaran berakhir, kegiatan berlanjut pada pembuatan hasta karya berupa “gantungan pandai”. Volunteer mengajak siswa tersebut untuk mewarnai setiap huruf dengan slogan “RAJIN PANGKAL PANDAI” yang kemudian ditempel pada alas kardus yang telah didesain untuk dijadikan sebuah gantungan dengan tali bunga-bunga. Terihat jelas wajah gembira ketika hasil hasta karya berhasil terselesaikan dengan warna yang mereka kreasikan serta digantungkan pada dinding kelas sebagai hiasan dan kenang-kenangan karya dari tangan mereka sendiri.
Pengabdian pertama Laskar Dewantara dilaksanakan di SDN Taji 02 Kec. Jabung Kab. Malang.  Volunteer melaksankan tugas untuk mengajar dan memberikan ilmu terhadap mereka tentang bahasa Inggris dalam mengenal nama-nama benda elektronik. Volunteer mendapat kepercayaan dari UMengajar untuk mengajar di kelas 5. Di kelas itu terdiri dari 3 anak perempuan dan 5 anak lak-laki. Sebelum volunteer memberikan nama bahasa Inggris, volunteer mencoba melatih mereka untuk mengingat benda apa saja yang termasuk benda elektronik. Lalu ketika mereka sudah mengetahui, volunteer melatih mereka untuk mengenal apa nama bahasa Inggris benda-benda tersebut (belum tahap tulisan hanya speaking). Setelah tahap speaking  dirasa cukup, volunteer melatih mereka ditahap selanjutnya yaitu menuliskan nama benda elektronik dalam bahasa Inggris dan alhasil mereka mampu melakukan dengan baik. Setelah melewati jam istirahat volunteer memberikan hasta karya berupa perahu yang nantinya akan mereka hias nampak kegiatan berlangsung mereka sangat antusias dalam mengikuti kegiatan hasta karya yang volunteer persembahkan pada saat pengabdian pertama.
Volunteer mendapat amanat untuk mengajar siswa kelas enam SDN Taji 02. Volunteer mengajarkan mata pelajaran bahasa Inggris dengan materi fasilitas publik. Kami menggunakan strategi pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan metode ceramah dan lagu. Hal ini bertujuan untuk mengajak mereka lebih mengenal bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan. Puji syukur ke hadirat Tuhan karena para siswa yang volunteer ajar sangat antusias dalam kegiatan pembelajaran yang kami lakukan. Pada saat pembelajaran berlangsung, volunteer sangat senang karena para siswa antusias dengan materi yang volunteer sampaikan. Pada awalnya tidak semua siswa turut andil dalam kegaitan pembelajaran, namun setelah dilakukan beberapa pendekatan akhirnya seluruh siswa kelas enam turut aktif di dalam kelas. Kegiatan pembelajaran yang diwarnai oleh tawa para siswa membuat volunteer yang berperan sebagai pengajar mereka juga ikut bahagia. Hal ini dikarenakan respon yang mereka berikan menandakan bahwa kegiatan belajar mengajar yang kami lakukan tidaklah membosankan. Volunteer berpikir bahwa tawa serta pemahaman mereka akan materi ‘Public Facilities’ merupakan ‘buah’ dari pengorbanan waktu yang volunteer berikan untuk merancang rencana pembelajaran dan media pembelajaran bagi mereka.

Anggota kelompok Semeru: (1) Lilis Widyaningsih, (2) M. Choirul Rozikin, (3) Mauvi Shandy O.P, (4) Reny Dwi Yunita, (5) Bella Dina F., (6) Johan Christanto, (7) Lita Aprillia, (8) Mahamanal Naufara, (9) M. Taufik Affandi, (10) Aditya Kristiawan, (11) Rakhmaiga Kapitanhitu, (12) Azizatum Mu’afah.

POTRET PENGABDIAN AKBAR 1



Perjalanan ribuan mil dimulai dari satu langkah. Barangkali itulah kalimat yang dapat mewakili awal dari kegiatan pengabdian anggota baru UMengajar. Sabtu, 14 Oktober 2017, sebanyak 48 orang Laskar Dewantara menjalankan pengabdian pertama di sekolah dasar yang menjadi sekolah binaan UMengajar.
Kegiatan yang bertajuk “Pengabdian Akbar 1” ini mengusung tema “Bersatu dalam Garis Pendidikan”. Para Laskar Dewantara dibagi menjadi empat kelompok yang bertugas di empat sekolah. Kelompok Semeru ditempatkan di SDN Taji 02, kelompok Bromo ditempatkan di SDN Taji 01, kelompok Kawi ditempatkan di SDN Gubugklakah 01, dan kelompok Panderman bertugas di SDN Ngadas 02.
Dalam teknis pengabdiannya, satu kelas diisi oleh dua orang Laskar Dewantara. Materi yang diajarkan yakni bahasa Inggris dan pembuatan hasta karya dari barang-barang bekas. Media yang digunakan pun disesuaikan dengan kebutuhan siswa sehingga kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan.
Semangat terus kakak-kakak Laskar Dewantara Batch 5! Bersatu dalam garis pendidikan, kita bisa!
Ikuti kabar terbaru kami di media sosial berikut.

Website: www.umengajar.org
Twitter: @UMengajar
Instagram: UMengajar
Facebook: UMengajar

Pengukuhan Laskar Dewantara Batch 5



Minggu, 1 Oktober 2017 bisa dibilang awal semangat baru bagi keluarga UMengajar. Sebanyak 48 orang calon Laskar Dewantara telah resmi dikukuhkan menjadi Laskar Dewantara Batch 5. Prosesi pengukuhan ini dilakukan oleh DP2O beserta seluruh jajaran pengurus UMengajar. Dalam pelaksanaanya, pengukuhan Laskar Dewantara Batch 5 adalah bagian dari serangkaian kegiatan inaugurasi.

Termasuk dalam prosesi pengukuhan ini adalah kegiatan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, kegiatan inti, sambutan dari DP2O, dan sambutan dari ketua umum UMengajar.

Sebelum dikukuhkan, tentunya anggota Laskar Dewantara Batch 5 telah mengikuti kegiatan seleksi yang terdiri atas beberapa tahap. Tahap pertama adalah seleksi administrasi, diikuti oleh seleksi wawancara. Untuk melatih sikap kooperatif, dilakukan seleksi melalui FGD (focus group disscusion). Seleksi terakhir yakni tahap microteaching untuk menguji keterampilan mengajar di lapangan.

Melalui seluruh tahap seleksi di atas, diharapkan anggota Laskar Dewantara bisa mengembangkan dan menerapkan kemampuan yang dimiliki, baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Kemampuan inilah yang nantinya akan diterapkan dalam kegiatan pengabdian.

Seluruh keluarga UMengajar sangat mengapresiasi semangat dan partisipasi anggota Laskar Dewantara Batch 5 dalam mengikuti semua tahap seleksi. Tetap semangat untuk mendidik, mengabdi, dan menginsipirasi anak bangsa.

Ikuti kabar terbaru kami di media sosial berikut.
Twitter: @UMengajar
Instagram: UMengajar
Facebook: UMengajar


PENGUMUMAN LASKAR DEWANTARA BATCH V

PENGUMUMAN PESERTA LOLOS SELEKSI LASKAR DEWANTARA BATCH V



NO
NAMA
FAKULTAS
L/P
ANGKATAN
1
Dini Fatihah
FIP
P
2016
2
Erlina Puspita Istikomah
FE
P
2016
3
Awalya Siska Pratiwi
FIP
P
2016
4
Afkarinal Fitri
FE
P
2015
5
Lilis Widyaningsih
FE
P
2015
6
Ahmad Aizat Afiq
FS
L
2015
7
Bella Dina Fitrasari
FIP
P
2016
8
Clara Irdaneta Charia La Rosi
FS
P
2015
9
Nadya Devy Asyari
FIP
P
2015
10
M. Choirul Rozikin
FE
L
2016
11
Muhammad Taufiq Afandi
FT
L
2016
12
Muhammad Fatoni
FT
L
2015
13
Aditya Kristiawan
FE
L
2015
14
Rima Eka Cipta
FE
P
2015
15
Wawan Aprianto
FT
L
2016
16
Rodhwa Baro Hanifa
FT
P
2016
17
Imam Arif Priyanto
FT
L
2015
18
Rakhmaiga Kapitanhitu
FT
P
2016
19
Muliana Gustiarsih
FT
P
2015
20
Alfi Nurul Badriya
FT
P
2015
21
Dicky Aditya
FMIPA 
L
2015 
22
Reni Dwi Yunita
FIS
P
 2016
23
Putri Setya
FIP
P
2017
24
Sri Rahayu Wilujeng
 FIS
P
2016 
25
Nur Wahyudi
FIS
L
2016
26
Restu Agung Prasetyo
FIS
L
2016
27
Siti Mudrikah
FMIPA
P
2016
28
Lita Aprilia
FIK
P
2015
29
Nurlaila Dwi Oktavia
FS
P
2015
30
Ros Martha Prabandani
FS
P
2015
31
Rizkia Stiananda
FIS
P
2015
32
Mahamanalnoufara
FIS
P
2015
33
Johan Christianto
FIK
L
2015
34
Finta Rahmadhani Putri
FPsi
P
2016
35
Alma Subarlintijanah
FIS
P
2016
36
Nada Ibadi
FS
L
2016
37
Ibnu Aji Pamungkas
FIK
L
2015
38
Lucki Meidianti
FIS 
P
2016
39
Maulana Syarifudin  J
FIS
L
2016
40
Aprilia Cahya
FIP
P
2016
41
Wahyuni DP
FPsi
P
2016
42
Adinda Ayu M
FIS
P
2016
43
Azizatum Mu'afah
FIS
P
2016
44
Santi Wahyuningtyas
FIP
P
2016
45
Maulana Husnima'ruf
FIS
L
2016
46
Putri Ratna Sari
MIPA
P
2016
47
Arum Pertiwi D.P.A
FIS
P
2016
48
Mauvi Shandy Oktareta Putri
FIP
P
2015


CATATAN :
Kami ucapkan selamat untuk 48 orang peserta yang lolos seleksi Laskar Dewantara Batch V. Panitia #OR5UMengajar mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendaftar yang telah mengikuti rangkaian seleksi open recruitment #OR5UMengajar dengan baik dan mohon maaf apabila  kami melakukan kesalahan selama rangkaian proses seleksi. Bagi yang belum lolos Tetap Semangat dan terus mengabdi, karena pengabdian bisa dilaksanakan dimana saja.

Untuk Laskar Dewantara Batch 5, nantikan informasi terbaru mengenai rapat perdana, TOT dan Inaguration di
Facebook dan Fanspages: UMengajar
Twitter: @UMengajar
Instagram: @UMengajar
Line: @ney7267c
Email: UMengajar@gmail.com
Youtube Channel: UMengajar
Flickr: UMengajar
"Bangga Mendidik, Mengabdi, dan Menginspirasi Anak Bangsa"