Recent posts

Senyummu, Senyumku.

November 17, 2014 0 Comments

 Malang , 14 November 2014. Seperti biasa hujan sudah mulai membasahi bumi arema dan sekitarnya. Namun ada yang membedakan dari hujan sebelumnya. Kami , tim hijau dari volunteer batch 2 UMengajar akan menunaikan kewajiban mentransfer ilmu yang pertama di desa Ngadas kecamatan Poncokusumo , Kabupaten Malang. Kondisi masyarakat di desa ini sebagian besar berada pada taraf menengah keatas. Hal ini ditunjukkan dengan bentuk bangunan rumah yang sudah tergolong modern dan mempunyai sepeda motor yang tergolong baru. Tapi sungguh disayangkan pendidikan di desa ini belum menjadi prioritas utama. Maka dari itu, kami pengajar muda Universitas Negeri Malang memiliki niat membantu siswa siswi disini agar menjadikan pendidikan sebagai hal yang penting. Harapan kami , para orang tua mengerti pentingnya pendidikan untuk masa depan anak-anaknya.

Perjalanan menuju Ngadas  dimulai dengan derasnya hujan turun dari jam 13.00 sampai menjelang pemberangkatan, pukul 14.45. Tapi karena beberapa hal , tim kami baru berangkat pukul 16.30. Tidak perlu Saya jelaskan medan menuju Ngadas. Untuk yang sudah pernah ke gunung Bromo melewati Tumpang pasti sudah tau persiis sensasi tanjakan dan turunan yang curam disertai tikungan tajam dan jurang yang eksotis. Ditambah lagi kami melewatinya seusai hujan , kabut mulai turun dan jalanan belum semuanya aspal. Tapi alhamdulilah kami semua sampai di Ngadas jam 19.00 yang dilanjutkan dengan bersih diri, briefing , dan istirahat.

 Sabtu , 15 November 2014. Saya dan rekan Saya, masuk kelas 5 kesan pertama  nya “awesome” , bagaimana tidak , 17 siswa dan 4 siswi menyambut baaik Saya dan rekan Saya. Awal pembelajaran dibuka dengan bacaan Pancasila dan sumpah pemuda yang dibacakan rekan Saya kemudian ditirukan oleh seluruh siswa. Setelah itu kami menanyai apa cita-cita mereka. Dari 17 orang siwa dan 4 orang siswi , 2 orang ingin menjadi guru, 1 orang ingin menjadi TNI dan sisanya ingin menjadi “PETANI”, sebuah cita-cita yang tidak lazim disebutkan oleh anak-anak usia mereka. Mungkin tidaka ada yang salah dengan itu , mungkin mereka meniru orang tuanya yang hampir semuanya seorang petani sukses.


 Kemudian selanjutnya adalah pelajaran bahasa Inggris Selama satu jam , jeda istirahat dan dilanjutkan materi keterampilan.  Tetapi seuasi istirahat terjadi sedikit perubahan. Karena Saya di pindah mengajar matematika di kelas 6 untuk persiapan Ujian Nasional. Dikelas 6 tersebut Saya hanya mengajarkan perkalian dan pembagian, karena mereka yang meminta. Saya mengajarkan nya dengan teknik student center sehingga mereka bisa lebih memahami materinya.


Untuk kegiatan sore, yang awalnya akan ada outbound harus sedikit terhambat karena hujan yang kembali mengguyur. Namun secara keseluruhan saya sangat menikmati kegiatan ini. “Senyummu , senyumku “ mungkin judul yang tepat untuk esai ini. Setiap canda tawa dan senyum siswa disini  menjadi obat tersendiri bagi kami. Setiap tawa mereka menjadi penyemangat sendiir bagi kami. Tetaplah tersenyum adik-adikku , karena setiap senyum kalian ada juga senyum bangga , bahagia dan sayang dari kami.



Nama : Bayu Dwi Indiarto

Jurusan : Pendidikan Fisika / 2012 

UMengajar

"Bangga mendidik, mengabdi dan menginspirasi anak bangsa".

0 komentar: