Recent posts

Estafet Pancasila

Juni 01, 2015 0 Comments






Pemuda itu cahaya dan api yang menyala, yang dapat menerangi kegelapan asa dan harapan. Pemuda itu pelopor, pembawa obor masa depan, penggerak nurani tua yang gersang”- Sajak Indah dari A. Fatih Syuhud, 2004-

Pemuda Indonesia!
Sejarah telah mengukir suatu peristiwa penting tepat pada tanggal 1 Juni 1950. Peristiwa yang menjadi salah satu tonggak penting dalam kehidupan berbangsa. Sebagai bangsa yang besar, Indonesia merupakan negara yang majemuk dengan berbagai suku, agama, adat, dan kebudayaan di dalamnya. Kekayaan itu belum terhitung dengan segala potensi sumber daya alam dan sumber daya manusianya, termasuk pemuda di dalamnya. Maka pada hari kelahirannya, Pancasila dianggap dan diharapkan menjadi sebuah landasan penting serta ideologi dan cara berfikir bangsa yang nantinya akan menyatukan segala aspek multikuturalisme dan sumber daya tersebut.

Secara ideal, pemuda tidak kurang dan tidak lebih adalah harapan besar bangsa yang akan memegang estafet Pancasila sebab pemuda adalah agen perubahan bangsa yang dalam ranahnya. Namun pada kenyataannya, pemuda saat ini terjebak dalam dimensi negatif dari informatika yang cenderung menciptakan sifat kemalasan, turunnya semangat juang bahkan apatisasi gerakan. Pemuda berada pada titik nadinya, mereka tak lagi mampu memisahkan antara peran sertanya dalam pembangunan negara dan dampak kongkritnya dalam kajian informatika. Sudah seharusnya, aktualisasi Pancasila terus dan terus di dengung-dengung kan oleh pemuda, sebab dalam sejarahnya Pancasila terlahir berkat peran pemuda-pemuda dengan cita-cita besarnya. Sebagai pemuda, sudah seyogyanyalah kita meneruskan cita-cita baik tersebut.

“...Pemuda itu pelopor, pembawa obor masa depan, penggerak nurani tua yang gersang.Maka dari itulah, pemuda tak pantas untuk menunduk malu dan “Pemuda adalah cahaya api yang menyala,..”, maka dari kutipan di samping, sudah terlihat jelas bahwa pemuda adalah generasi yang enerjik, yang penuh dengan intuisi serta idealis, yang selalu dinamis dan bergeliat akan waktu yang lambat adalah pemuda yang berbudaya, dan yang senantiasa siap berkontribusi membangun negeri. Sudah siapkah berkonstribusi, kak?


UMengajar

"Bangga mendidik, mengabdi dan menginspirasi anak bangsa".

0 komentar: