Recent posts

SOAN LANSIA (Peringkat 2)

Maret 01, 2016 , , 0 Comments


SOAN LANSIA

Peringkat 2 Lomba Penulisan Esai UMengajar 
Oleh  Bima Indragi Purnomo dari Universitas Negeri Malang 




Soan berasal dari bahasa Jawa yang memiliki arti berkunjung atau menjenguk seseorang. Maksud dari soan lansia adalah berkunjung atau menjenguk orang yang telah lanjut usia untuk mengetahui keadaan atau bahkan dalam hal ini mengajak dan membuat lansia menjadi sehat. Mungkin seperti itulah gambaran dari salah satu
kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa kesehatan masyarakat Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang.
 

Sarjana Kesehatan Masyarakat adalah mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan kuliah jurusan Kesehatan Masyarakat atau Ilmu Kesehatan Masyarakat. Terdapat perbedaan yang mencolok antara sarjana kesehatan masyarakat dengan dokter, bidan dan juga perawat berkaitan dengan ilmu yang didapat dan juga penerapannya. Perbedaan yang mendasar adalah upaya kesehatan yang dilakukan dokter, bidan dan perawat lebih berfokus pada upaya kuratif dan rehabilitatif yang artinya secara umum bersifat menyembuhkan seseorang yang sakit. Sedangkan upaya kesehatan yang dilakukan sarjana kesehetan masyarakat berfokus pada upaya promitif dan preventif yang maksudnya adalah promosi dan pencegahan sebelum seseorang sakit. Oleh karena itu, mungkin dari sekian banyak jurusan perkuliahan yang ada, kesehatan masyarakat menjadi jurusan yang paling banyak bersentuhan dengan lapisan masyarakat. Selain memiliki dasar Tri Dharma Perguruan Tinggi, jurusan ini pada dasarnya lebih banyak melakukan penerapan ilmu pada masyarakat seperti penyuluhan, pemberdayaan maupun pembuatan program yang tujuannya adalah meningkatkan status kesehatan masyarakat. Kondisi Indonesia yang merupakan negara berkembang dimana kesehatan menjadi permasalahan yang tidak kunjung usai menjadi faktor yang besar untuk mahasiswa kesehatan masyarakat bersentuhan langsung dengan masyarakat guna meningkatkan derajat kesehatan mereka dan juga menjadi alasan bagi mahasiswa kesehatan masyarakat untuk terus melakukan riset dan kajian untuk melakukan perubahan-perubahan sosial demi mencipakan masyarakat yang sehat pada setiap lapisan masyarakat seperti keselamatan untuk pekerja, kesehatan ibu dan anak, pemberdayaan masyarakat miskin, pengkajian aturan-aturan yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan, termasuk kesehatan bagi lansia.

Kesehatan adalah sebagian bentuk dari kesejahteraan yang merupakan hak bagi setiap manusia, tidak terkecuali bagi para lansia. Banyak badan institusi seperti WHO maupun undang-undang yang mengklasifikasikan lansia dalam berbagai jenjang namun, secara umum lansia adalah mereka yang berusia diatas 60 tahun. Kesehatan bagi lansia memiliki faktor-faktor yang sangat komplek. Tidak hanya dari segi fisik namun juga psikologis dan mental. Permasalahan yang dialami lansia juga sangat komplek salah satunya adalah permasalahan sosial dimana mereka merasa telah ditinggalkan orang terdekat bahkan keluarganya sehingga kesehatan mental dan fisikpun ikut terganggu. 


Jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang adalah salah satu jurusan Kesehatan Masyarakat di Kota Malang. Jurusan ini mulai melakukan aktivitas kegiatan perkuliah pada tahun 2013. Yang menarik dari jurusan Kesehatan Masyarakat UM ini adalah terdapat konsentrasi pengabdian masyarakat yang lebih
dari jurusan terhadap lansia berkaitan dengan kesehatan. Hal itu dapat dilihat dari beberapa aktifitas dan kegiatan yang dilakukan oleh jurusan tersebut diantaranya terdapat matakuliah Gerontologi, Manajemen Gerontologi, Praktikum Gerontologi dan aktifitas lain yang berkaitan dengan lansia. Pengambilan kebijakan untuk lebih konsentrasi pengabdian masyarakat terhadap lansia sangat tepat dengan kondisi yang ada saat ini. Angka Harapan Hidup (AHH) di Indonesia setiap tahun selalu bertambah. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang menyebutkan bahwa ditahun 2013 angka harapan hidup penduduk Kota Malang mencapai 71,14 tahun dimana pada tahun 2000 angka harapan hidup penduduk Kota Malang adalah 64,5 tahun dan di perkirakan akan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kenaikan
angka harapan hidup merupakan salah satu indikator keberhasilan sebuah negara meningkatkan kesejahteran masyarakatnya namun, dampak dari dari itu semua adalah makin banyak jumlan lansia pada masyarakat. Di Kota Malang sendiri prosentase populasi lansia mencapai 7,56 %, bahkan WHO memprediksi Indonesia yang saat ini berada di urutan ke tiga jumlah lansia terbanyak akan meningkat menjadi urutan pertama pada tahun 2025. Ancaman utama dari pertambahan jumlah lansia adalah rentannya kesehatan pada lansia dan begitu banyaknya faktor yang menyebabkan lansia menjadi tidak sehat. Lansia di Indonesia belum mendapatkan pelayanan kesehatan secara baik jika dibandingkan dengan negara lain seperti Australia dan
China. Dengan alasan tersebutlah maka riset-riset dan kajian-kajian banyak dilakukan oleh mahasiswa kesehatan masyarakat sebagai bentuk pengabdian terhadap masyarakat.


Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat UM bekerjasama dengan beberapa panti lansia yang ada di Kota Malang dan sekitarnya untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Panti lansia tersebut adalah Panti Wreda Simon Petrus di Batu dan Pondok Lansia Al Islah di Kota Malang. Banyak kegiatan yang dilakukan mahasiswa terhapat lansia-lansia yang ada dipanti. Setiap hari secara terjadwal terdapat mahasiswa-mahasiswa dari jurusan kesehatan masyarakat yang berkujung ke Panti Wreda Simon Petrus dan Pondok Lansia Al Islah untuk melakukan riset, obsevarsi atau juga melakukan program dan kegiatan yang telah dirancang. Kegiatan tersebut didasarkan pada empat tema besar yaitu Program Kesehatan, Gizi Lansia, Olahraga dan Kesehatan Mental Lansia. Sebelum melaksanakan program terlebih dahulu
mahasiswa melakukan observasi sehingga program yang dibuat dapat dilaksanakan dengan baik. Beberapa kegiatan yang menunjang kesehatan bagi lansia telah dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat UM. Seperti kegiatan dengan tema olahraga dimana hampir seluruh lansia yang ada di panti tidak mampu melakukan aktivitas fisik berlebih, oleh karena itu dirancanglah sebuah program
olahraga yang sederhana dan mudah namun memiliki manfaat yang besar. Olahraga tersebut adalah senam tera, yaitu senam yang bertujuan untuk melancarkan jalur pernafasan dan koordinasi saraf pusat bagi lansia. Salah satu gerakan yang dilakukan pada senam tera adalah dengan memutar kedua tangan ke depan secara berlawanan. Senam tera dapat dilakukan dengan kondisi duduk sehingga menguntungkan bagi lansia yang tidak mampu berdiri. Selain itu terdapat juga kegiatan yang dinamakan Kelas Inspirasi, yaitu kegiatan yang bertujuan untuk membangun mental yang sehat pada lansia yang depresi stres dan sebagainya dengan cara menyediakan wadah atau tempat cerita dimana lansia diajak untuk bercerita pengalaman hidupnya masingmasing. Terciptanya kegiatan kelas cerita didasarkan pada temuan bahwa kebanyakan lansia yang berada di pondok lansia mengalami depresi ataupun stres akibat ditingal keluarganya. Ada juga program yang berkaitan dengan gizi lansia yaitu pembuatan jadwal menu makan sehat yang tujuannya agar pengurus panti dapat membuat makanan yang memang dibutuhkan bagi lansia dan aman bagi kesehatan lansia. Pembuatan menu tersebut didasarkan pada data observasi dan juga kajian ilmu yang telah dilakukan di perkuliahan.


Sebagai seorang cendikiawan seharusnya mahasiswa harus mampu menjadikan ilmunya bermanfaat bagi orang banyak termasuk dalam hal ini ilmu kesehatan yang digunakan untuk mejaga kesehatan bagi lansia. “Berikan aku sepuluh pemuda maka akan aku guncangkan dunia.” Seperti itulah kutipan yang pernah
diucapkan bapak bangsa kita Ir Soekarno. Dari pernyataan tersebut maka dapat kitaketahui bahwa Founding Father kita percaya bahwa generasi muda memiliki kemampuan dan kekuatan untuk melakukan perubahan atau biasa di sebut agent of change. Mahasiswa dalam hal ini sebagai generasi muda, merupakan sosok yang sangat krusial dalam mengkritisi berbagai fenomena sehari-hari dalam segala aspek kehidupan termasuk hak lansia untuk memperoleh status kesehatan dan pelayanan kesehatan yang layak. Sebanyak 3 % banyak mahasiswa dari seluruh masyarakat Indonesia diharapkan mampu untuk menggerakkan 37 % pemuda Indonesia. melalui kegiatan pengabdian masyarakat terhadap lansia yang dilakukan oleh mahasiswa
kesehatan masyarakat khususnya oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang diharapkan mampu menciptakan semangat kepada semua orang untuk lebih memperhatikan kesejahteraan dan kesehatan lansia.

UMengajar

"Bangga mendidik, mengabdi dan menginspirasi anak bangsa".

0 komentar: