Recent posts

Inilah Kisah Pengabdian Kami Oleh Kelompok Kawi

Oktober 31, 2017 0 Comments


Inilah kisah suka duka kelompok Kawi dipengabdian pertamanya. Tidak sedikit kesulitan yang kami dapatkan dalam pengabdian ini. Kelompok Kawi ini beranggotakan 12 volunteer yang berasal dari jurusan dan angkatan yang berbeda-beda. Tentunya masing-masing volunteer memiliki pendapat dan cara berpikir yang berbeda-beda, namun untuk mengatasi hal itu kami memilih untuk mengambil suara terbanyak.
Kali ini kami mendapat wilayah pengabdian di SDN Gubugklakah 01, Kecamatan Pancokusumo. Tepatnya di lereng gunung Bromo. Kira-kira butuh waktu satu jam untuk tiba disana. Untuk menjangkau SDN ini kami harus masuk gang terlebih dahulu yang lebarnya kira-kira 1,5 meter. Disamping kanan kiri kami disuguhkan dengan perkebunan apel tidak heran jika beberapa volunteer disini ada yang diberi apel oleh salah satu siswanya. Bahkan ada juga yang ditawarkan untuk langsung dateng ke kebun apel milik orang tua mereka. Di SDN Gubugklakah 01 ini terdapat 94 siswa. Jumlah siswa paling sedikit yaitu di kelas 2 yang hanya terdapat 9 siswa dan kelas dengan jumlah terbanyak yaitu dikelas 4 yang terdapat 19 siswa.
Dimulai dari pengabdian minggu pertama. Keberangkatan penuh dengan persiapan matang. Briefing offline maupun online dilakukan untuk meningkatkan kesolidan dan kekompakan kelompok Kawi, karena masih kali pertamanya bagi LD untuk melakukan pengabdian, maka banyak hal yang perlu diperbaiki, contohnya jam keberangkatan. Ketika tiba disana, kegiatan pertama yaitu upacara pembukaan yang dilaksanakan oleh semua siswa dan salah satu perwakilan Bapak/Ibu guru SDN Gubugklakah 01, serta para volunteer dan LO dari UMengajar.  Setelah itu disusul dengan kegiatan senam bersama, namun sayang mereka sudah melakukan senam sebelum kami tiba disana. Menurut informasi dari salah satu guru disana, senam sudah dilakukan dari pukul 6.30 WIB. Akhirnya pengajaran langsung dilakukan oleh LD masing masing kelas. Kelas 1 ada Rima dan Finta. Kelas 2 ada Dinda dan Erlina. Kelas 3 Yudi dan Ros. Kelas 4 ada Awal dan Arif. Kelas 5 ada Muli dan Rizki. Kelas 6 ada Clara dan Toni. Tentunya setiap kelas memiliki ciri khas dan keisimewaan masing-masing yang tidak akan kami dapatkan dari kelas lain.
Setelah kegiatan mengajar selesai, para LD dengan dari masing masing kelas melaporkan apa saja kendala yang mereka dapatkan saat melakukan proses pembelajaran. Dari laporan-laporan tersebut terdapat banyak sekali keluhan persoalan mengkondisikan suasana kelas. Mulai dari kurangnya ice breaking, media pembelajaran yang kurang menarik, dan siswa yang tidak bisa dikondusifkan. Kelas 6 juga dilaporkan jika memiliki kelas yang siswanya sangat hiperaktif sehingga LD yang bertugas mengalami kewalah dalam mengkondisikan kelas tersebut. Tidak hanya di kelas 6, kelas lain pun juga mengalami, dari siswa yang suka keluar kelas bebarengan, menangis, bertengkar, dan lain sebagainya.
Alhamdulillah saat hasta karya, siswa setiap kelas rata-rata antusias menyambutnya. Memang ada juga yang mempunyai sisa waktu karena siswa menyelesaikan hasta karya dengan cepat. Ini juga salah satu kekurangan LD, masih belum bisa me-manage waktu. Begitulah pada pengabdian minggu pertama, lanjut kepengadian minggu kedua. Berbagai evaluasi dilakukan. Dan persiapan matang juga dilakukan oleh LD. Pada minggu kedua, keberangkatan sedikit lebih awal, sehingga senam yang sudah kami siapkan bisa dilaksanakan sesuai rencana. Ternyata, para siswa masih belum puas dengan senam tersebut. Akhirnya dilanjutkan dengan senam yang mereka punya. Tentunya kami tidak mempunyai pilihan lain, selain mengikuti gerakan senam mereka yang sudah mereka hafal tanpa ada instruktur senam dari guru.
Seperti minggu sebelumnya, setelah mengajar LD setiap kelas menyampaikan laporannya. Dari laporan yang disampaikan, sebagian besar kelas yang ditangani bisa lebih kondusif dengan catatan LD benar-benar ekstra dalam mengkondisikan kelasnya. Banyak yang mengeluhkan saat hasta karya. Hasta karya mereka ada yang belum selesai, ada juga yang tidak terima jika hasta karyanya seperti itu. Akhirnya, LD berusaha merayu agar mau lagi mengerjakan hasta karyanya masing masing.
Pada pengabdian minggu ketiga, kelompok kawi seperti biasa berkumpul di depan gerbang semarang Universitas Negeri Malang. Sedikit ada kendala, LD dari kelas 3 dan kelas 4 salah satu partner-nya berhalangan hadir dikarenakan ada kepentingan mendesak. Akan tetapi, semua masalah teknis dalam persiapan Alhamdulillah lancar. Sebelum berangkat pengecekan ulang anggota dilakukan, ada 1 yang belum siap berangkat. LD dan LO berdiskusi akhirnya keputusan untuk salah satu LD menunggu. Walaupun begitu masalah ini tidak berpengaruh terhadap keberangkatan LD.
Pukul 07. 10 WIB, kelompok Kawi sampai ditempat tujuan dengan selamat, namun siswa-siswi sudah memulai upacara Sumpah Pemuda, sehingga kelompok Kawi mengikuti upacara sebagai peserta upacara. Tidak ada sambutan khusus dari perwakilan kelompok Kawi. Setelah selesai upacara, senam tetap dilaksanakan dengan persetujuan guru dan murid-murid, karena hari mulai panas, banyak yang kelelahan terutama siswa-siswi kelas 1 dan 2.
Rangkaian kegiatan yang Alhamdulillah berjalan baik ini diiringi dengan kekompakan kelompok Kawi dalam mengajar dikelas. Dilaporkan oleh setiap LD dari kelasnya masing- masing, kendala-kendala yang sebelumnya ada,  pada minggu ketiga bisa dengan baik diperbaiki. Memang, ada juga yang kewalahan dengan salah satu siswa yang membuat kelasnya menjadi kurang baik. Hal itu bisa diperbaiki disesi kedua setelah istirahat, sebab siswa-siswinya senang dengan permainan tradisional yang dikenalkan. Berbagai upaya LD dalam mengajar juga diapresiasi LO. Sebagian mengatakan bahwa, pengajaran perlu diberlakukan fun learning. Mengapa? Karena tujuan dari UMengajar adalah menarik minat belajar siswa-siswinya. Kemudian, LO juga berpendapat koordinasi kelompok harus diperbaiki lagi demi menunjang performa pengajaran diminggu selanjutnya.

Evaluasi selalu kami lakukan dan itu bertujuan untuk mengetahui apa yang sebaiknya diperbaiki. Mungkin itulah sedikit cerita dari kelompok Kawi. Ilmu yang bisa kami berikan kepada mereka memang tidak banyak, karena kamilah yang justru belajar dan mendapatkan banyak ilmu dari mereka. Semoga pengabdian ini membawa manfaat bagi kita semua. Sampai jumpa di pengabdian selanjutnya. Semangat mengabdi!

UMengajar

"Bangga mendidik, mengabdi dan menginspirasi anak bangsa".

0 komentar: