Recent posts

PENGABDIAN AKBAR I KELOMPOK SEMERU

Oktober 31, 2017 0 Comments


Pada hari Sabtu, 14 Oktober 2017, kelompok Semeru melakukan “Pengabdian Akbar I” yang bertempat di SDN Taji 02 yang terletak di Kec. Jabung Kab. Malang. Pada pengabdian pertama kelompok Semeru yang beranggotakan 12 orang dibentuk menjadi 6 tim yang akan mengajar di masing-masing kelas. Setiap kelas akan diajar dua orang volunteer Laskar Dewantara. Sebelum memulai proses pembelajaran, terlebih dahulu volunteer menemui pihak sekolah dan kami disambut dengan ramah oleh pihak sekolah maupun para siswa SDN Taji 02 yang sudah menunggu volunteer. Kemudian dilanjutkan dengan senam pagi yang biasa dilakukan oleh siswa SDN Taji 02, volunteer membaur dengan semua siswa dan mereka sangat senang melihat volunteer ikut senam dengan mereka. Setelah senam pagi dilanjutkan dengan apel yang diikuti pihak sekolah, siswa SDN Taji 02 dan Laskar Dewantara.
Proses belajar mengajar di SDN Taji 02 terdiri dari 6 kelas, dimana satu kelas ditempati oleh dua kelas yaitu kelas 1&2, kelas 3&4 dan kelas 5&6. Pada pengambadian pertama ini mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 akan belajar bahasa Inggris yang tentunya sudah diseseuaikan dengan kemampuan para siswa serta membuat hasta karya. Pada jam pertama siswa akan belajar bahasa dengan volunteer dan dilanjutkan dengan membuat hasta karya setelah jam istirahat. Saat jam istirahat para volunteer membaur dengan para siswa main berbincang-bincang dengan kepala sekolah.
Kelas 1 SDN Taji 02 terdiri dari 7 siswa, yang terdiri dari 4 siswa laki-laki dan 3 siswa perempuan. Untuk ruang kelasnya kelas 1 dan kelas 2 berada dalam satu ruangan. Materi yang volunteer sampaikan kepada para siswa yaitu tentang alfabet dalam bahasa Inggris dan materi ini juga disampaikan di kelas 2. Sebelum memulai pelajaran kami mengajak para siswa untuk berdoa kemudian dilanjutkan menyanyikan lagu wajib nasional. Setelah itu, volunteer menuliskan alfabet dipapan tulis dan volunteer mengajak para siswa untuk membaca alfabet yang sudah dituliskan. Banyak siswa kelas 1 yang masih belum bisa menbaca huruf dalam bahasa Inggris, untuk para volunteer mengajarkan cara membaca dengan menuntun mereka bagaimana cara membacanya. Untuk memudahkan siswa dalam membaca volunteer membuat stik huruf. Para siswa sangat antusias dan menyukai media yang dibawa oleh volunteer. Setelah jam istirahat volunteer mengajak siswa membuat celengan lipat dari kardus bekas yang sudah dilapisi kertas putih. Para volunteer membimbing siswa untuk mewarnai celengan lipat mereka dengan krayon uang sudah disediakan. Mereka sangat senang dan antusias dalam mewarnai serta menuliskan nama mereka pada celengan yang sudah mereka warnai. Setelah selesai mewarnai mereka memberikan celengan lipat mereka pada volunteer untuk direkatkkan dengan lem. Setelah direkatkan beberapa siswa ada yang memasukkan sebagian uang saku mereka ke dalam celengan. Proses pembelajaran dikelas 1 pada awalnya berjalan kurang kondusif, karena mereka ramai sendiri akan tetapi banyak yang sudah sesuai dengna RPP dan mungkin volunteer kurang memberikan ice breaking.
Pada kelas dua SDN Taji 2 terdapat enam siswa, diantaranya dua laki-laki dan empat perempuan. Kelas dua ini adalah kelas yang seruangan dengan kelas satu. Pada pertemuan pertama ini kami disuguhkan dengan kondisi kelas yang cukup ramai dan lumayan susah untuk dikondisikan tingkahlakunya. Para siswa begitu aktif di dalam kelas, seperti teriak-teriak, berdiri di atas kursi, berlarian, dan ada juga yang sampai keluar dari kelas. Hal tersebut menjadi tanggung jawab volunteer dalam mengendalikan mereka. Meskipun kondisi siswanya seperti itu, mereka cukup antusias dalam mengikuti pelajaran yang diajarkan volunteer. Mereka begitu antusias, terutama pada saat mengerjakan hasta karya. Untuk penyampaian materinya cukup tercapai dan cukup sesuai dengan RPP, serta beberapa siswa sudah cukup paham pada materi yang disampaikan. Dan yang menjadi revisi yaitu mengenai cara mengatasi tingkahlaku siswa yang dapat dikatakan super aktif khususnya siswa laki-laki, dan perlu ditambah lagi untuk memberikan ice breaking dalam mengatasi kebosanan para siswa dalam pelajaran serta dalam mengalihkan perhatian mereka dan mengatasi polah tingkah mereka.
Di kelas tiga yang berjumlah 4 anak terdiri dari 3 putri dan 1 putra, para siswa belajar tentang salam sapaan dan salam perpisahan dalam bahasa Inggris. Pada awal pembelajaran siswa mendengarkan volunteer yang menjelaskan bagaimana pentingnya bahasa Inggris di kehidupan saat ini. Dalam situasi tersebut siswa diajak mengenal lebih dalam bahasa Inggris sehingga termotivasi untuk belajar lebih baik. Setelah itu, volunteer a mengajak siswa untuk menyebutkan salam sapaan dan perpisahan dalam bahasa Inggris. Sedangkan volunteer b menulis materi dipapan baik dengan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Secara bergantian volunteer dan siswa mengucapkan salam-salam tersebut hingga pengucapannya benar. Selanjutkan, siswa diajak bernyanyi bersama tentang materi tersebut, sehingga siswa dapat lebih mudah mengingatnya. Ketika siswa sudah memahami materi, volunteer membuat sebuah permainan dengan media wayang kardus yang mengilustrasikan materi, satu persatu siswa maju kedepan sebagai pihak yang memberikan pertanyaan dengan media tersebut, sedangkan lainnya sebagai penjawab. Pada sesi kedua siswa belajar bersama untuk membuat hasta karya berupa kotak penyimpanan, dimana barang tersebut bisa menjadi penyimpan pensil, kelereng, uang, penjepit rambut, dll. Dalam proses pembuatan siswa tidak bersentuhan langsung dengan gunting dan lem yang dapat membahayakan mereka. Siswa berperan untuk melipat lalu merekatkan pola dengan rapi dan telaten. Tahap menghias, siswa diberikan kertas kado bermotif batik, dengan tujuan siswa dapat lebih mengenal batik sebagai motif khas Indonesia. Setelah merekatkan dengan rapi sesuai pola, siswa memberi nama pada masing-masing hasta karya mereka.
Pengabdian akbar pertama di SDN Taji 2 memberi kesan pada pengalaman kami terutama pada pengalaman mengajar di kelas 4 SD. Pengajaran pada minggu pertama merupakan tahap pengenalan bagi kami untuk memahami karakteristik adik-adik kelas 4 SD maupun pengkondisian pembelajaran di dalam kelas. Pada minggu ini kami mengajarkan nama-nama benda di sekitar kelas dalam bahasa Inggris. Antusias mereka dalam belajar cenderung meningkat ketika kegiatan pembelajaran disertai dengan media berupa menempel gambar benda-benda di sekitar kelas tersebut. Penyampaian materi pun berjalan dengan menyenangkan dan siswa kelas 4 SD berhasil menangkap apa yang volunteer ajarkan. Setelah materi pembelajaran berakhir, kegiatan berlanjut pada pembuatan hasta karya berupa “gantungan pandai”. Volunteer mengajak siswa tersebut untuk mewarnai setiap huruf dengan slogan “RAJIN PANGKAL PANDAI” yang kemudian ditempel pada alas kardus yang telah didesain untuk dijadikan sebuah gantungan dengan tali bunga-bunga. Terihat jelas wajah gembira ketika hasil hasta karya berhasil terselesaikan dengan warna yang mereka kreasikan serta digantungkan pada dinding kelas sebagai hiasan dan kenang-kenangan karya dari tangan mereka sendiri.
Pengabdian pertama Laskar Dewantara dilaksanakan di SDN Taji 02 Kec. Jabung Kab. Malang.  Volunteer melaksankan tugas untuk mengajar dan memberikan ilmu terhadap mereka tentang bahasa Inggris dalam mengenal nama-nama benda elektronik. Volunteer mendapat kepercayaan dari UMengajar untuk mengajar di kelas 5. Di kelas itu terdiri dari 3 anak perempuan dan 5 anak lak-laki. Sebelum volunteer memberikan nama bahasa Inggris, volunteer mencoba melatih mereka untuk mengingat benda apa saja yang termasuk benda elektronik. Lalu ketika mereka sudah mengetahui, volunteer melatih mereka untuk mengenal apa nama bahasa Inggris benda-benda tersebut (belum tahap tulisan hanya speaking). Setelah tahap speaking  dirasa cukup, volunteer melatih mereka ditahap selanjutnya yaitu menuliskan nama benda elektronik dalam bahasa Inggris dan alhasil mereka mampu melakukan dengan baik. Setelah melewati jam istirahat volunteer memberikan hasta karya berupa perahu yang nantinya akan mereka hias nampak kegiatan berlangsung mereka sangat antusias dalam mengikuti kegiatan hasta karya yang volunteer persembahkan pada saat pengabdian pertama.
Volunteer mendapat amanat untuk mengajar siswa kelas enam SDN Taji 02. Volunteer mengajarkan mata pelajaran bahasa Inggris dengan materi fasilitas publik. Kami menggunakan strategi pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan metode ceramah dan lagu. Hal ini bertujuan untuk mengajak mereka lebih mengenal bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan. Puji syukur ke hadirat Tuhan karena para siswa yang volunteer ajar sangat antusias dalam kegiatan pembelajaran yang kami lakukan. Pada saat pembelajaran berlangsung, volunteer sangat senang karena para siswa antusias dengan materi yang volunteer sampaikan. Pada awalnya tidak semua siswa turut andil dalam kegaitan pembelajaran, namun setelah dilakukan beberapa pendekatan akhirnya seluruh siswa kelas enam turut aktif di dalam kelas. Kegiatan pembelajaran yang diwarnai oleh tawa para siswa membuat volunteer yang berperan sebagai pengajar mereka juga ikut bahagia. Hal ini dikarenakan respon yang mereka berikan menandakan bahwa kegiatan belajar mengajar yang kami lakukan tidaklah membosankan. Volunteer berpikir bahwa tawa serta pemahaman mereka akan materi ‘Public Facilities’ merupakan ‘buah’ dari pengorbanan waktu yang volunteer berikan untuk merancang rencana pembelajaran dan media pembelajaran bagi mereka.

Anggota kelompok Semeru: (1) Lilis Widyaningsih, (2) M. Choirul Rozikin, (3) Mauvi Shandy O.P, (4) Reny Dwi Yunita, (5) Bella Dina F., (6) Johan Christanto, (7) Lita Aprillia, (8) Mahamanal Naufara, (9) M. Taufik Affandi, (10) Aditya Kristiawan, (11) Rakhmaiga Kapitanhitu, (12) Azizatum Mu’afah.

UMengajar

"Bangga mendidik, mengabdi dan menginspirasi anak bangsa".

0 komentar: