Recent posts

TAWA DALAM DILEMA

Oktober 31, 2017 0 Comments


Sabtu, 21 Oktober 2017, tepat tanggal ini Kelompok Bromo melakukan Pengabdian Akbar 1 pada minggu ke-2. Pengabdian kali ini memiliki seribu cerita dengan sejuta makna. Iya, pada pengabdian ini Kelompok Bromo merasakan hawa dilema saat awal keberangkatan. Bagaimana tidak, pada pengabdian kali ini ada banyak kendala dalam melaksanakan pengabdian. Mulai dari pemberangkatan yang kurang komunikasi karena memang ada beberapa teman yang terpisah pemberangkatannya bukan di gerbang Semarang UM, namun dia menunggu di pasar Pakis, selain itu ada salah satu teman kami yang bangunnya kesiangan, dan itu membuat jadwal keberangkatan kami menjadi jauh lebih lama dibandingkan minggu lalu. Proses perjalanan pun berjalan kurang mulus dikarenakan cara kami berkendara ada yang cepat ada yang lambat, sehingga hal ini mengakibatkan ada yang sudah sampai duluan dan harus menunggu yang lainnya. Saat sampai di sekolah SDN Taji 01, kurangnya kesiapan kami dalam menyiapkan senam menjadikan senam minggu lalu digunakan kembali. Hal ini tentu membuat adik-adik SD menjadi bosan dan kurang bersemangat.
Proses pembelajaran ditiap-tiap kelas merupakan pengalaman luar biasa. Bertemu dengan adik-adik SD melihat tawanya, namun dengan segudang kejahilan mereka untuk mendapatkan perhatian lebih dari kami. Kelas 1 dan kelas 2 yang berada dalam kelas yang sama tanpa sekat pemisah, dengan jumlah murid yang berbeda. Kelas ini merupakan kelas yang sangat heterogen, bagaimana tidak? Kelas ini tak hanya diisi oleh siswa kelas 1 dan kelas 2 melainkan ada orangtua siswa yang ikut andil dalam proses pembelajaran masuk dalam  kelas. LD kelas 1 dan kelas 2 saat pembukaan untuk menyanyikan lagu dinyanyikan dengan bersama-sama. Hal ini susul oleh kelas 3 yang hanya memiliki sekat tembok dengan ketinggian 1 meter dengan kelas 1 dan 2, sehingga suara siswa kelas 3 sangat terdengar jelas di kelas 1 dan 2 , serta begitu sebaliknya. Untuk itu saat menyanyikan lagu khusus lagu nasional yaitu Garuda Pancasila, ketiga kelas ini menyanyi bersama-sama dengan suara yang beradu keras.
Beranjak dengan proses pembelajaran kelas 3 yang jumlah siswanya hanya 7 orang dengan kemampuan untuk menguasai kelas sangat besar. Ada siswa yang suka untuk bermain lebih dibandingkan belajar menulis, ada siswa yang menulisnya lama, ada juga siswa yang lebih suka untuk mempengaruhi temannya untuk lekas pulang atau mengganggu proses pembelajaran kelas lain. Sama halnya dengan kelas 4 yang cenderung aktif di kelas hingga ada siswa yang berkelahi di kelas dengan serius. Kelas 5 yang merupakan kelas tertinggi kedua sebelum kelas 6. Kelas ini adalah kelas yang pasif menurut kakak LO karena keseriusan saat proses pembelajaran berlangsung. Bagi siswa kelas 6 yang menjadi kakak tertua untuk adik-adiknya menjadi contoh bagi adik-adiknya juga melakukan hal yang sama dengan adik-adik kelasnya yaitu bertengkar di dalam kelas.
Istirahat menjadi hal yang sangat diinginkan bagi adik-adik karena mereka dapat bermain kesana kemari, bermain gobak sodor, bermain sepak bola, membeli jajan, minum es kesukaan mereka, dan ada juga beberapa yang ingin kukunya dipotong oleh kami. Saat proses hasta karya semua kelas berjalan dengan cukup baik walaupun ada beberapa hasta karya kami yang ikut serta dibawa adik-adik. Saat proses pulangpun jauh lebih cepat dibandingkan minggu lalu, hal ini masuk dalam data evaluasi.
Proses evaluasi berjalan dengan tegang tanpa senyuman, karena memang kami menyadari ada berbagai rasa bersalah, kecewa, marah, benci dalam satu waktu. Proses ini membuat kami sadar betapa pentingnya komunikasi. Komunikasi antara kami dengan LO, dengan sesama anggota Kelompok Bromo, dengan adik-adik dan jajaran guru, kepala sekolah SDN Taji 01. Komunikasi yang menjadi kunci dasar berjalannya proses pengabdian ini. Komunikasi juga yang akan menunjukkan kreativitas kami. Kreativitas yang seharusnya tanpa batas, kreativitas yang seharusnya ditunjukkan dalam menggunakan media dan hasta karya yang akan menjadi semangat belajar adik-adik siswa SDN Taji 01.

Pada sekolah ini kami menemukan kebahagiaan dalam keunikan-keunikan siswa SDN Taji 01 dari berbagai karakter dan kebiasaan mereka yang pasti akan menimbulkan gelak tawa bagi yang melihatnya, namun kami juga dilema dengan masa depan adik-adik jikalau terus-terusan dalam dunia bermain mereka tanpa ada penegasan akan belajar. Untuk itu proses evaluasi minggu ini yang memang terasa “menampar” hati dan pikiran kami untuk sadar betul akan apa yang seharusnya kami lakukan bagi adik-adik agar lebih baik lagi ke depannya. Bangga mendidik, mengabdi, dan menginspirasi anak bangsa.

UMengajar

"Bangga mendidik, mengabdi dan menginspirasi anak bangsa".

0 komentar: