Recent posts

PENGABDIAN KELOMPOK PANDERMAN

November 10, 2017 0 Comments


Mengabdi adalah bukan tentang apa yang kita beri melainkan juga tentang apa yang kita dapat. Lahir di sebuah keluarga yang tinggal di pegunungan adalah sebuah takdir Tuhan, namun hidup apa yang akan kita jalani nantinya adalah sebuah pilihan. Alami, sejuk dan tak tergambarkan lagi dengan kata-kata adalah salah satu daerah di Bromo Tengger Semeru. Tepatnya di desa Ngadas SDN Ngadas 2. Surga tersembunyi di balik senyum tulus mutiara harapan bangsa. Udara dingin dan medan yang sulit tak menyurutkan langkah kami “Panderman” untuk menebar semangat. Terlebih melihat semangat mereka yang sangat antusias menyambut kami di kali pertama kami menginjakkan kaki di Sekolah ini. Antusiasme anak-anak SDN 2 Ngadas juga sangat nampak, meskipun mereka hanya berjumlah 38 anak.
Pada tulisan ini, kami akan berbagi pengalaman mengenai kegiatan yang kami lakukan di SDN Ngadas 2 dan berbagi sedikit cerita mengenai pembelajaran di tiap-tiap kelasnya.
Kelas 1
Dimulai dari kelas I dengan kelas yang terpisah dari kelas lain. Kelas yang sekaligus juga menjadi kantin di SDN Ngadas 2. Dengan murid yang hanya berjumlah tujuh siswa namun dengan semangat berkali-kali lipat tak menyurutkan langkah mereka untuk belajar dan menimba ilmu. Tujuh siswa dengan karakter yang berbeda selalu membuat kami belajar dan terus belajar. Belajar tentang bagaimana membuat mereka nyaman dan antusias belajar bersama adalah sebuah PR terbesar. Siswa dengan usia yang masih gemar bermain selalu membuat kami terus belajar memberi pengajaran terbaik dengan cara bermain. Karena semua bukan masalah tentang bermain atau belajar tetapi semua tergantung bagaimana permainan yang dikonsep dengan belajar.
Kelas 2
Serupa dengan kelas satu, jumlah siswa yang ada di kelas dua SDN Ngadas II juga berjumlah tujuh anak. Jika ruangan kelas satu gabung dengan kantin, lain lagi dengan ruangan kelas dua yang gabung dengan kelas tiga dan hanya disekat oleh tembok triplek. Kelas sering kali riuh dengan kondisi kelas yang ada di satu ruangan. Tak jarang, para Laskar Dewantara (LD) harus mengeraskan suaranya suapaya didengar oleh para siswa. Belum lagi karakter tiap-tiap siswa yang berbeda kadang membuat LD harus berpikir cepat untuk menangani para siswa. Karakter siswa yang cepat bosan, jahil dengan teman merupakan tantangan tersendiri bagi LD. Namun, dibalik sifat tersebut, selalu ada semangat tinggi di diri mereka. Terbukti dengan aktifnya mereka di kelas saat diminta untuk menebak jawaban dari materi yang telah diberikan maupun maju ke depan untuk melakukan games fun learning secara bergantian.
Kelas 3
Di kelas tiga, pengabdian berjalan sangatlah lancar. Adapun kelas tiga beranggotakan 6 anak, yaitu Prischa, Jannah, Rifki, Rafi, Rizal, dan Rengga. Pada pertemuan terakhir, kami memberikan materi mengenai alat-alat transportasi. Tanpa diragukan lagi, kemampuan mereka dalam mengingat dan menghapal materi yang sudah kami ajarkan sangatlah baik, hal itu dibuktikan dengan adanya evaluasi yang kami berikan kepada mereka dalam bentuk soal. Soal tersebut terdiri dari  20 pertanyaan mengenai materi pengabdian minggu pertama hingga minggu terakhir. Hasilnya sangatlah memuaskan, bahkan ada 2 orang anak, yaitu Jannah dan Prischa yang mendapatkan nilai sempurna, selebihnya mendapatkan nilai diatas 6. Ada salah seorang siswa yang hanya mendapat nilai 6, namun hal itu tidak berarti dia kurang pintar, dia unggul dibanding teman-temanya pada hal keterampilan, baik dalam menggambar dan mengerjakan hasta karya. Untuk ketertiban di minggu terakhir anak anak sangatlah baik, serta antusisame dalam menerima pembelajaran sangatlah meningkat.
Kelas 4
Di kelas 4, pada pertemuan pertama, mereka masih malu dengan kami, mungkin karena mereka belum beradaptasi, akan tetapi pertemuan selanjutnya mereka akrab dengan kami, bahkan kami mulai paham dengan karakter setiap anak. Media pembelajaran kami banyak disukai oleh anak-anak, bahkan banyak dari mereka yang meminta agar media pembelajaran diberikan pada mereka. Lucunya, mereka baru pertama kali mengetahui “double tape” di jaman seperti ini, ketika banyak barang-barang modern menyerang dunia anak-anak, mereka masih polos dan lugu bermain permainan tradisional. Pengabdian ketiga kami isi dengan permainan tradisional, mereka sangat bahagia meskipun sang surya tepat berada diatas kita saat itu, yakni sekitar pukul 11.00 WIB. Pengabdian keempat diisi dengan perlombaan game tradisional, game berjalan dengan seru dan menyenangkan meskipun banyak yang jatuh dan ada seorang anak yang terluka karena jatuh. Perlombaan game berakhir hingga tiba saatnya pada pembagian hadiah dan penutupan. Banyak hal yang kami dapat dari Sekolah ini, mereka banyak memberikan cerita dan pelajaran bagi kami.
Kelas 5
Kelas ini mempunyai murid yang berjumlah 7 orang yang terdiri dari 4 orang murid putri dan 3 orang murid putra. Ketujuh murid itu bernama Atul, Bella, Amin, Diana, Risha, Shinta dan Jaka. Kami merasa senang karena banyak pengalaman yang dapat kami petik dari adanya kegiatan mengajar di kelas V ini mulai bagaimana kami memahami karakteristik dari masing-masing peserta didik khususnya di kelas V, dan juga bagaimana kami harus mampu mengkondisikan mereka supaya dapat mengikuti pengetahuan yang kami sampaikan. Kami merasa bangga dengan mereka karena meskipun jauh dari sarana prasarana yang terbatas tetapi semangatnya luar biasa. Seusai pulang sekolah mereka selalu membantu orang tuanya di ladang untuk bercocok tanam sayur-sayuran. Ini menjadi nilai berharga buat kami untuk menjadi lebih baik lagi dengan berkaca pada mereka.

Kelas 6
            Kelas 6 di SDN Ngadas 2 terdiri dari 7 anak. Kondisi kelas 6 pada minggu ke 4 lebih kondusif dibandingkan minggu-minggu sebelumnya, dimana siswa lebih fokus karena kami lebih mampu menggunakan metode yang sesuai dengan kondisi kelas tersebut. 7 siswa di kelas 6 memiliki peran masing-masing di kelas. Yang pertama Elfi, ketua kelas dari kelas 6. Dia adalah eorang anak yang aktif, cerdas dan berusaha selalu untuk bisa. Kedua adalah Anisa. Dia adalah seorang anak yang cerdas dan juga selalu akftif selama mengikuti kegiatan belajar-mengajar. Ketiga Irma, seorang anak yang kalem. Irma juga mudah melalukan hal yang diminta dan juga sportif dalam menerima konsekuensi. Keempat Dian, Dian sedikit pendiam tetapi dia aktif dalam belajar dan juga baik. Kelima Tio, seorang anak yang sangat antusias dan aktif di dalam kelas. Sangking antusiasnya, Tio sering kurang fokus ketika belajar di kelas, tetapi dia mendengarkan apa yang dijelaskan oleh LD. Keenam adalah Andika. Andika adalah seorang anak yang sangat cerdas dan juga memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi. Ketujuh adalah Ardi. Ardi adalah seorang anak yang spesial, kami harus menggunakan metode yang sedikit berbeda ketika menyampaikan materi kepada Ardi, namun dia tetap mau mengikuti pelajaran dengan sepenuh hati.

Itulah cerita kami, Kelompok Panderman, dalam melaksanakan pengabdian akbar 1. Banyak hal yang kami dapat dari kegiatan mengabdi di SDN Ngadas 2 ini, siswa disana banyak memberikan cerita dan pelajaran bagi kami, semoga cita-cita mulia kalian tercapai adik-adikku, tetaplah menjadi mutiara yang tersembunyi di kaki Semeru.

UMengajar

"Bangga mendidik, mengabdi dan menginspirasi anak bangsa".

0 komentar: